CERPEN

Cerpen: 25

MENDUNG menggelayut rendah di tepian langit. Angin berembus semilir, cukup untuk menggoyangkan kuntum-kuntum kemboja yang mulai layu sore itu. Pekuburan lengang selayaknya tempat peristirahatan terakhir orang mati. Sampai sedan putih dengan ban berdecit itu datang. Seorang wanita separuh baya berpakaian serba hitam keluar dengan tergesa. Sendirian. Tangannya merogoh bergantian ke dalam saku mantel panjangnya seakan mencari sesuatu sedangkan langkahnya masih secepat mobilnya datang. Dia menemukan apa yang ingin dicari. Langkahnya terhenti. Wanita itu menegakkan leher