CERPEN

Arwah

Kurang lebih sejak tiga bulan yang lalu, arwah istri saya datang berkunjung ke rumah. Saya mengenalinya karena dia mengenakan pakaian kesukaannya. Terusan warna krem yang jatuh tepat di bawah lutut, bermotif bunga bakung. Entah dari mana dia mendapatkannya, seingat saya semua pakaiannya sudah saya sumbangkan karena saya tidak sanggup mengenang kepergiannya yang begitu tiba-tiba. Awalnya, saya sedikit takut karena biar bagaimanapun dia adalah arwah, bukan manusia. Saya kemudian menceritakan hal tersebut pada Ibu saya yang