CERPEN

Kopi yang Meledak

Bagi mayat-mayat hidup itu, waktu minum kopi adalah kebahagiaan yang tak terganti. Untuk sesaat yang tak lama, mereka akan kembali merasakan jadi manusia.  Dua kali sehari: jam tujuh pagi, dan sore saat matahari hampir terbenam. Masing-masing dua jam. Itu adalah waktu yang diizinkan untuk minum kopi. Meski sebenarnya mereka ingin minum lebih banyak dari itu, sayangnya, itu bisa berarti kematian—dalam arti harfiah. Baik dari sisi manusia, maupun mereka nantinya. Akan kujelaskan detilnya sebentar lagi.