Cerpen: 25

MENDUNG menggelayut rendah di tepian langit. Angin berembus semilir, cukup untuk menggoyangkan kuntum-kuntum kemboja yang mulai layu sore itu. Pekuburan lengang selayaknya tempat peristirahatan terakhir orang mati. Sampai sedan putih…

0 Comments

Sehidup Semati

“Apa kabarmu?”  Ia mengerling, mengangkat bahu.  Aku mengangguk paham, tak ada jawaban ‘baik’ bagi pesakitan, kecuali saat mereka dibebaskan.  “Aku membawakan bacaan,” kudorong bingkisan di atas meja. Kulihat ia mengerling…

0 Comments

lalu kelindan

“Do you know what is the strongest spell that evil ever casted?” dia bertanya. Aku menguap lebar, lalu kembali menatap layar ponsel. “Huh?” “Tahu, nggak?” Aku menggeliat sampai gigiku gemeletuk.…

0 Comments