(bukan) kereta (mimpi) terakhir

Kau terbangun dengan sentakan yang menyakitkan. Alih-alih beristirahat dengan tenang, belakangan ini tidur telah menjadi momok yang menakutkan. Dua bulan terakhir, tepatnya. Ya, kau yakin persis karena sejak mimpi itu berulang, kau telah menandai angka-angka di kalender dengan spidol merah. Silang berarti mimpi buruk; lingkaran berarti tidak adanya mimpi — atau tidak tidur sama sekali. Kau bahkan menandai berapa kali mimpi itu datang setiap malamnya, … Continue reading (bukan) kereta (mimpi) terakhir

Torimodosu*

Hana menghela nafas dalam. Disekanya keringat yang mengalir di kening. Siang itu terik. Ditambah lagi ia harus berdesakan di dalam angkot. Seorang bapak separuh baya tampak tenang menghisap rokok, untuk kemudian dengan lebih tenang menghembuskannya keluar. Hana menghela nafas lebih dalam. Dadanya terasa sesak tak tertahankan. Maka ketika ia melihat persimpangan jalan menuju rumahnya, ia buru-buru berkata pada sopir. “Berhenti kiri, Bang.” Ia masih harus … Continue reading Torimodosu*

Ingin Ini, Ingin Itu

Arif adalah seorang anak laki-laki kelas tiga SD yang sangat gemar membaca. Di rumahnya, ia punya sebuah lemari kecil yang khusus diberikan oleh ibunya untuk menyimpan deretan buku-buku miliknya. Arif anak yatim. Ayahnya meninggal dunia ketika ia berumur tiga tahun. Sejak saat itu, Arif tinggal bersama ibunya yang sehari-hari menjahit pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Kesulitan hidup yang mereka hadapi tidak membuat Arif … Continue reading Ingin Ini, Ingin Itu