Sehidup Semati

“Apa kabarmu?”  Ia mengerling, mengangkat bahu.  Aku mengangguk paham, tak ada jawaban ‘baik’ bagi pesakitan, kecuali saat mereka dibebaskan.  “Aku membawakan bacaan,” kudorong bingkisan di atas meja. Kulihat ia mengerling malas di kursinya, jelas tak berminat berbincang.  “Ibu bilang kalau lagi-lagi kau tak membalas suratnya, ia akan datang sendiri.”  Kali ini ia mengangkat wajah, sejajar dengan pandanganku. Aku serasa sedang selfie dengan kamera depan berfilter … Continue reading Sehidup Semati